Komuditas Baru Harapan Warga (Jeruk Keprok Trijakula)

www.sidomulyo-bancar.desa.id - Berbicara tentang tampilan buah jeruk Indonesia, keprok tejakula adalah salah satu juaranya. Pasalnya, buah jeruk keprok Tejakula berwarna oranye seperti buah jeruk mandarin yang diimpor. Varietas ini juga termasuk rajin berbuah, potensi produksinya sangat tinggi mencapai sekitar 150 kg/pohon, dan memiliki daya adaptasi lingkungan yang luas. Karena itu, jeruk ini prospektif dikembangkan untuk memasok pasar modern atau mensubstitusi jeruk impor yang nilainya selama lima tahun terakhir meningkat pesat.

Tanaman Jeruk Keprok Tejakula ini awal penanamanya yakni di Bulan November tahun 2014,Tanaman Jeruk yang di tanam di area lahan seluas kurang lebih 15 hektare ini dulunya merupakan area lahan tadah hujan.

Kondisi Kebun

Umumnya kebun jeruk keprok Tejakula di Desa Sidomulyo Kecamatan Bancar ini belum dikelola secara baik dan benar. Meskipun ada kelompok tani, teknologi budidaya yang diterapkan oleh petani bervariasi bergantung pada tingkat pengetahuan dan pengalamannya masing-masing. Pupuk yang ditambahkan ke kebun tidak berimbang, buah yang terlalu lebat tidak dikurangi, dan panen dilakukan oleh pedagang dengan cara asalan. Akibatnya, mutu kebun, produktivitas, ukuran buah dan rasanya bervariasi. Kebanyakan buah yang dijumpai di pasar tidak berwarna oranye seperti warna aslinya karena waktu panen tidak berdasarkan pada tingkat kematangannya, melainkan bergantung pada harga buah di pasar.

Perbaikan Teknologi

Mau tidak mau, suka tidak suka, buah lokal akan mendapat saingan semakin berat dari buah impor. Agar tidak semakin terjepit, petani harus mampu meningkatkan daya saing produknya agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan mampu menggantikan jeruk impor di pasar modern.   Peningkatan daya saing produk bisa dicapai melalui peningkatan mutu buah, efisiensi usahatani, dan kontinuitas produksi. Selain itu, mutu produk juga perlu dikaitkan dengan masalah keamanan pangan, keamanan bagi manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungan.

Berkaitan dengan hal tersebut, petani perlu meninggalkan teknologi budidaya yang konvensional kemudian menerapkan teknologi maju. Proses produksi buah harus berorientasi pada mutu, kontinuitas produksi, efisiensi, penerimaan pasar, keamanan, dan kelestarian sumber daya alam. Untuk mencapai tujuan tersebut, petani perlu dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai panduan budidaya yang benar dan tepat serta bersifat spesifik lokasi.

Para Petani berharap sekali peran serta Dinas Terkait dalam pengembangan tanaman holtikultura ini, petani menginginkan adanya Pelatihan serta Pembinaan  Perawatan Tanaman Jeruk .dengan adanya tanaman jeruk ini warga sebenarnya merasa senang  karena memiliki tambahan hasil panen.Bapak Rameli Ketua Kelompok Tani Sri Mulyo mengatakan “ Selama ini para petani  kurang mendapatkan bekal tehnik terkait perawatan tananam jeruk “.

Dengan adanya Bimbingan seta Pelatihan dari Dinas terkait diharapkan kedepan  nantinya komuditas jeruk ini bisa lebih meningkat dan kesejahteraan para petani bisa terwujud.- red ( HS )

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)